M. Ziyad Laskar Sabilillah Menghadiri Rakornas Pwi-Ls Di Pondok Pesantren Al. Mubarok Al Arba'in Wonosalam Jawa Tengah
Gresik,
Didorong oleh kepeduliannya yang mendalam terhadap perkembangan dan sejarah Islam, M. Ziyad, salah satu jamaah Perjuangan Wali Songo Indonesia - Laskar Sabilillah (PWI-LS) asal Johor, Malaysia, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I PWI-LS yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Mubarok Al Arba'in, Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Setelah mengikuti acara tersebut, sebelum kembali ke negaranya, M. Ziyad bersama keluarga melakukan perjalanan ziarah ke makam-makam Wali Lima yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Saat tiba di Jawa Timur, tepatnya di makam Sunan Giri Gresik M. Ziyad dan keluarganya disambut langsung oleh Gus Sukoiri, Pendiri Wong Bodho Pondok Mburi, serta Dedik Susanto, Ketua Passer Jatim. Pada kesempatan pertemuan tersebut, mereka mengadakan diskusi yang mendalam mengenai kondisi dan perkembangan Islam di negara masing-masing. Gus Khoiri juga menjelaskan sejarah penyebaran agama Islam yang ada wilayah Gresik serta kultur budaya masyarakat Gresik.
M. Ziyad menjelaskan tentang dinamika keberagamaan dan langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat pemahaman agama di Malaysia, termasuk program pendidikan agama dan kerja sama antar komunitas muslim.
Sementara itu, Gus Sukhoiri dan Dedik Susanto memaparkan tentang perkembangan umat Islam di Jawa Timur, khususnya terkait dengan upaya pelestarian ajaran para wali songo dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat modern.
Sebagai Panglima PWI-LS Jatim Gus Khoiri selalu berkomitmen untuk menjaga nilai2 budaya dan kultur agama Islam di Nusantara agar tidak dimudah diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Selain membahas kondisi Islam, pembicaraan juga fokus pada pemahaman yang benar mengenai arti jihad di jalan Allah SWT sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka sepakat bahwa jihad bukan hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga mencakup berbagai bentuk perjuangan untuk kebaikan, seperti jihad melawan hawa nafsu, jihad dalam memperjuangkan keadilan, serta jihad untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Mereka juga sepakat menekankan pentingnya menyebarkan pemahaman jihad yang sesuai dengan ajaran agama agar terhindar dari kesalahpahaman yang dapat merugikan umat dan masyarakat luas.
"Kepedulian terhadap sejarah dan perkembangan Islam harus diimbangi dengan pemahaman yang benar terhadap ajaran agama. Pertemuan seperti ini sangat berharga untuk mempererat tali persaudaraan antar umat Islam dari berbagai negara dan saling berbagi pengalaman," ujar Gus Sukhoiri dalam kesempatan tersebut, Senin, (2-2-2026).
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan dan diskusi, M. Ziyad berencana untuk menyebarkan pemahaman yang telah diperoleh selama berada di Indonesia kepada komunitas muslim di Malaysia, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Islam di negaranya.(Tim)
